PAGARALAM – Sempat viral di media sosial dan menjadi buah bibir di tengah masyarakat Kota Pagaralam, setelah salah satu warga mengeluhkan terkait penanganan terhadap pasangan suami istri (pasutri), yang terpapar Covid-19 dan belum mendapat bantuan dari petugas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pagaralam, langsung mendapat respon dari pemerintah daerah.
“Kalau disampaikan di media sosial, tidak jelas duduk persoalannya. Kasus nomor berapa? Siapa yang berkeluh kesah tersebut. Silahkan laporkan ke Satgas. Nanti akan dibantu namun sesuai dengan kemampuan yang ada,” sebut Juru Bicara Satgas Covid-19 Pagaralam, Drs Samsul Bahri Burlian ketika diwawancarai menanggapi keluhan warga tersebut, pada Rabu (30/9).
Menurut Syamsul, seharusnya warga yang ingin menyampaikan keluhannya harus jelas. Kemudian ia juga menambahkan, terkait adanya bantuan dari pemerintah terhadap warga yang terkena Covid-19 tidak semuanya ditanggung.
“Namanya bantuan ada keterbatasan jumlah dan ada keterbatasan jenis, keterbatasan waktu, tidak dapat selama lamanya. Kalau yang bersangkutan mau, silahkan ke kantor untuk kita carikan solusinya,” saran Samsul.
Terakhir, ditegaskan Samsul, pihaknya akan memerintahkan petugasnya untuk segera memberikan bantuan kepada yang bersangkutan.

Seperti diketahui, timbulnya persoalan itu setelah salah satu warga Kota Pagaralam mengeluhkan belum mendapat bantuan dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam. Keluhan ini disampaikan melalui akun media sosial Facebook dengan akun Chandra Hadi Wijaya.
Dalam postingan tersebut pemilik akun ini menyampaikan, bahwa ada pasutri dilingkungan mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan positif terpapar Virus Corona (Covid-19) oleh Satgas Covid-19, dan selama menjalani isolasi mandiri dikabarkan belum mendapat bantuan logistik dari Satgas atau pihak terkait yang bertanggung jawab.
Bahkan, akun facebook Chandra Hadi Wijaya ini menulis “Kalian nyuruh isolasi mandiri utk suami istri, tapi dinas yg berwenang tak pernah membantu sedikitpun untuk kelangsungan hidup mereka selama isolasi. Sampai dia nelpon mau makan apa kalau mencari Bae dak biso. Supaya tenang saya jamin bersama warga utk membantu kehidupannya.
Disitu baru tenang dan sedih Semoga kedepan dinas terkait untuk bisa membantunya Kalo tidak dibantu sama aja kita membunuhnya diam-diam mati kelaparan.
Trimah kasih
Tulis Chandra dalam statusnya yang ia posting. Sementara, saat dihubungi, ia mengatakan pasien yang dimaksud ialah, Pasien Positif Covid-19 yaitu pasien 015 dan pasien 017. (sumateranews.co.id)











Komentar