oleh

Gubernur Sumsel Minta Desa Siaga COVID-19 Proaktif Saat PPKM

Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta desa-desa siaga Covid-19 proaktif dalam meningkatkan pengawasan selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro 6-19 April 2021.

“Ada sekitar 2.800 desa siaga Covid-19 di Sumsel yang sebenarnya masih aktif, hanya saja memang perlu dimonitor lagi,” kata Herman Deru di Palembang, Rabu.

Deru mengungkapkan syukur karena Sumsel masuk wilayah tambahan yang menerapkan PPKM Mikro, menurut dia kebijakan tersebut akan memberi kewenangan bupati/wali kota dalam mengatur daerahnya.

Baca Juga  Tim Rorena Polda Sumsel Lakukan Penilaian Polres OKU Selatan Menuju ZI WBK dan WBBM

Ia memastikan aturan Kemendagri terkait PPKM akan dijalankan sesuai kondisi kabupaten/kota dan diupayakan tidak menghambat aktivitas masyarakat terutama sektor perekonomian yang kini berangsur membaik.

“PPKM di Pulau Jawa dan Bali kami jadikan contoh untuk di Sumsel, tapi yang kurang cocok tidak kami ambil,” kata dia menambahkan.

Deru juga meyakini kebijakan PPKM akan menekan penyebaran kasus positif Covid-19 di Sumsel yang saat ini masih terus menambah kasus baru setiap hari, serta mengharapkan dukungan masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga  Tak Hanya Evaluasi PKK, Feby Deru Soroti Potensi Besar UMKM Muratara

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Lesty Nuraini menambahkan temuan kasus Covid-19 masih cukup tinggi dengan angka kematian di atas nasional dan positivy rate yang masih jauh dari standar WHO.

Positivy rate Sumsel 28 persen, sedangkan WHO mematok kalau bisa di bawah 5 persen,” kata Lesty.

Data kasus Covid-19 Dinkes Sumsel per 6 April 2021 mencatat kasus konfirmasi positif mencapai sebanyak 18.118 orang dengan angka kesembuhan berjumlah 15.829 orang (87,37 persen) dan meninggal 860 orang (4,75 persen).

Baca Juga  Bulatkan Tekad Raih Kemenag di Pilkada OKU Selatan, Ribuan Tim Kampanye Abusama-Misnadi Resmi di Kukuhkan

Menurut Lesty angka kesembuhan Sumsel sudah tinggi, namun masih berada di bawah rata-rata nasional yakni 89 persen, sementara kasus aktif cenderung fluktuatif dengan tingkat keterisian pasien di rumah sakit kurang dari 30 persen.  (*/cr5)

Sumber: sumsel.antaranews.com

News Feed