oleh

Kawasan Pemkab OKU Selatan Dikepung Karhutla, Damkar Terkendala Angin dan Sumber Air

OKU Selatan, Sumsel–Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan, tepatnya di samping Kantor Bupati OKU Selatan, Talang Bia Bia, Kecamatan Muaradua, Rabu (9/9/2026).

Kebakaran tersebut menjadi kejadian ketiga dalam tiga hari berturut-turut di kawasan Pemkab OKU Selatan. Dalam rangkaian tiga kejadian itu, total luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 26 hektare.

Kobaran api pada Rabu diketahui sekitar pukul 14.15 WIB. Api membakar lahan kering di sekitar kawasan perkantoran Pemkab OKU Selatan dan mulai mendekati permukiman warga.

Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar OKU Selatan bersama BPBD langsung bergerak melakukan penanganan. Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, dibantu satu unit kendaraan BPBD.

Baca Juga  Usai Gadaikan Motor Hasil Curian, Rego Warga Desa Simpang Campang Diringkus Polisi

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) OKU Selatan Zainal Abidin mengatakan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Menurutnya, petugas harus berhadapan dengan akses menuju titik api yang sulit, hembusan angin kencang serta keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut membuat api lebih cepat menjalar dan menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik kebakaran.

“Petugas di lapangan terus berupaya melakukan pemadaman dan melokalisasi api. Kendala yang dihadapi antara lain akses menuju lokasi yang sulit, angin cukup kencang dan sumber air yang terbatas,” ujar Zainal Abidin. Kamis (10/09/2026)

Baca Juga  Sadar Pentingnya Pendidikan Usia Dini, Pemkab OKU Selatan Gelar Rakor Penguatan Karakter

Ia menegaskan, petugas Damkar bersama BPBD terus melakukan penanganan untuk mencegah kobaran api meluas, terutama karena lokasi kebakaran berada di kawasan perkantoran pemerintahan dan berdekatan dengan permukiman warga.

Petugas bahkan harus berjibaku selama berjam-jam untuk mengendalikan kobaran api. Pemadaman dilakukan secara bertahap dengan menyasar titik-titik api yang masih aktif sekaligus melakukan pendinginan guna mencegah munculnya kembali bara api.

Berulangnya Karhutla selama tiga hari berturut-turut di kawasan Pemkab OKU Selatan menjadi alarm serius. Terlebih, kawasan tersebut merupakan wilayah strategis yang di dalamnya terdapat sejumlah fasilitas pemerintahan dan berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.

Baca Juga  Kebakaran Hebat di Buay Rawan, Satu Rumah Warga Ludes Dilalap Api

Dengan kejadian terbaru ini, total luasan hutan dan lahan yang terbakar dalam tiga kejadian Karhutla di area Pemkab OKU Selatan mencapai sekitar 26 hektare.

Zainal menambahkan, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali membesar akibat kondisi lahan yang kering serta tiupan angin.

Rangkaian Karhutla ini sekaligus menunjukkan tantangan besar yang dihadapi petugas dalam penanganan kebakaran lahan. Medan sulit, angin kencang dan minimnya sumber air menjadi tiga kendala utama yang membuat proses pemadaman berlangsung lebih berat dan membutuhkan waktu. (Red)

News Feed