OKU Selatan, Sumsel–Polres OKU Selatan terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Sebanyak 35 siswa dan siswi MAN 1 OKU Selatan mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT) “Paham AI” yang digelar di ruang Laboratorium Komputer MAN 1 OKU Selatan, Rabu (12/08/2026).
Kegiatan ini memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada para pelajar dalam memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.
Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana melalui Kasat Lantas Polres OKU Selatan AKP Hendri Rozin, mengatakan perkembangan teknologi AI harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang baik, terutama di kalangan generasi muda.
“AI merupakan teknologi yang sangat berkembang dan dapat memberikan banyak manfaat bagi pelajar. Namun, penggunaannya harus disertai pemahaman dan sikap kritis agar teknologi ini digunakan secara bijak dan tidak disalahgunakan,” ujar AKP Hendri Rozin.
Dalam pelatihan tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan konsep dasar AI dan Generative AI, tetapi juga diajarkan cara memanfaatkan sejumlah platform AI populer, seperti Gemini, ChatGPT, Bing Image Creator, dan Canva Magic Studio.
Para peserta juga mendapatkan materi mengenai prompt engineering, yakni teknik menyusun instruksi yang tepat kepada AI agar menghasilkan informasi maupun konten yang sesuai kebutuhan.
“Pelajar diberikan pemahaman bagaimana menyusun prompt dengan memperhatikan peran, tugas, konteks, dan format hasil. Dengan begitu, mereka tidak sekadar menggunakan AI, tetapi mampu mengarahkannya untuk menghasilkan karya yang relevan,” jelasnya.
Menariknya, pelatihan juga disertai praktik langsung pembuatan flyer digital berbasis AI dengan mengangkat sejumlah tema Kamtibmas. Di antaranya pencegahan bullying, tertib berlalu lintas serta literasi dan pencegahan penyebaran informasi hoaks.
Selain kemampuan menggunakan AI, para siswa dibekali keterampilan untuk mengenali konten visual yang berpotensi merupakan hasil rekayasa AI.
Peserta diajarkan mengidentifikasi sejumlah ciri visual yang mencurigakan, seperti kejanggalan anatomi tubuh, bentuk jari atau telinga yang tidak proporsional, tekstur kulit yang terlalu sempurna, kesalahan pada tulisan di latar belakang, hingga ketidaksesuaian arah cahaya dan bayangan.
“Literasi AI bukan hanya soal mampu membuat konten, tetapi juga mampu membedakan mana informasi atau visual yang benar dan mana yang merupakan hasil manipulasi. Kemampuan ini penting untuk mencegah pelajar menjadi korban maupun penyebar hoaks,” tegas AKP Hendri.
Pelatihan ToT “Paham AI” tersebut turut melibatkan Kasi Humas Polres OKU Selatan Amir H., serta Bripda Leo Arpin Redo, Bripda Oska dan Bripda Kalvin sebagai pemateri dan pendamping kegiatan.
Polres OKU Selatan berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kecakapan digital siswa sekaligus mendorong mereka menjadi pengguna teknologi yang kritis, kreatif dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan belajar, organisasi sekolah, maupun dalam menyebarkan pesan-pesan positif kepada lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Red)










