OKU Selatan Sumsel–Sebuah karya kain sulam bertajuk “Sriwijaya Ranau” resmi diperkenalkan kepada publik. Kain berwarna kuning kunyit ini menjadi representasi visual kejayaan peradaban Sriwijaya di wilayah Ranau, Kabupaten OKU Selatan, pada masa lampau.
Hal ini seperti dilansir dari akun facebook resmi Fatin Nama (Udo Fatin) selaku desainer baju khas OKU Selatan yang juga pengurus Dekranasda OKU Selatan, pada Rabu (21/01/2026).
Dituliskannya, karya tersebut merupakan hasil penyatuan sulam benang emas khas Ranau dengan motif Songket Sriwijaya, yang dipadukan secara harmonis dengan Sulam Kayu Hakha. Perpaduan teknik dan motif ini menghadirkan kekuatan narasi sejarah yang kuat, sekaligus memperkaya khazanah seni tekstil tradisional daerah.
Motif “Sriwijaya Ranau” menggambarkan peran strategis wilayah Ranau pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Saat itu, Ranau dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan penting, dengan Kuta Batu sebagai kawasan pasar utama yang ramai dikunjungi oleh pedagang dari berbagai wilayah dan bangsa.
Jejak kejayaan tersebut hingga kini masih dapat ditemukan melalui peninggalan sejarah, berupa keramik-keramik asal Tiongkok yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Subik, Jepara, dan Padang Khatu. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kawasan ini dahulu merupakan satu wilayah besar yang memiliki peran signifikan dalam jaringan perdagangan internasional.
Melalui kain sulam “Sriwijaya Ranau”, sang perajin berupaya melukiskan kembali kejayaan peradaban masa lalu dalam sebuah medium tekstil. Karya ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi seni, tetapi juga sarana pengingat akan besarnya peran Ranau sebagai bagian penting dari kekuatan Sriwijaya di masanya.
Kain ini diharapkan mampu menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus media edukasi sejarah, khususnya bagi generasi muda, agar warisan budaya dan nilai peradaban masa lampau tetap hidup dan dikenal luas. (Red)










