oleh

Limbah Cair Dapur MBG Gunung Terang Dua OKU Selatan Timbulkan Bau Tak Sedap dan Genangan

OKU Selatan, Sumsel–Pengelolaan limbah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Gunung Terang Dua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, diduga mencemari lingkungan sekitar. Limbah cair dari aktivitas dapur diketahui dialirkan langsung ke saluran drainase di depan bangunan dapur, memicu bau tak sedap hingga menyebabkan genangan akibat aliran tersumbat.

Pantauan di lokasi menunjukkan air limbah mengendap di drainase dan menimbulkan aroma menyengat. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan lingkungan serta kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan, terlebih saat cuaca panas aroma limbah semakin terasa.

Selain menimbulkan pencemaran bau, saluran drainase yang dipenuhi limbah juga terlihat mampet sehingga air tidak mengalir normal. Genangan yang terus terjadi berpotensi menjadi sumber penyakit dan memicu pencemaran lebih luas apabila tidak segera ditangani secara serius.

Kepala SPPG, Iden, saat dikonfirmasi mengakui adanya aliran limbah tersebut. Namun ia berdalih limbah cair rutin disedot setiap tiga hari sekali. Menurutnya, air limbah kemudian dibuang ke area kebun di belakang dapur dengan cara disiramkan.

“Biasanya tiga hari sekali disedot, lalu dibuang ke kebun belakang,” ujarnya.

Baca Juga  Ulama 212 Dukung TNI AD Dibawah Kepemimpinan KSAD Dudung Menjaga Pancasila dan NKRI

Ia juga menyebut pihak pengelola telah menjadwalkan pembersihan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) setiap satu bulan sekali.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan sistem pengelolaan limbah yang ada belum mampu mencegah pencemaran lingkungan. Saluran drainase tetap dipenuhi air limbah dan menimbulkan bau yang mengganggu masyarakat sekitar dan pengguna jalan.

Sementara itu, pihak ketiga selaku pemilik dapur MBG belum memberikan penjelasan rinci terkait sistem pengolahan limbah yang digunakan. Saat dikonfirmasi, pihak pengelola hanya mengirimkan surat berbentuk PDF berisi permohonan bimbingan dan pengarahan pengelolaan limbah kepada Dinas Lingkungan Hidup.

Baca Juga  Kanwil Kemenkumham Sumsel Dukung Penyusunan Laporan Keuangan Yang Berkualitas

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kelayakan sistem pengelolaan limbah dapur MBG tersebut. Pasalnya, program yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat semestinya juga memperhatikan standar sanitasi dan pengelolaan lingkungan agar tidak menimbulkan dampak baru bagi warga sekitar.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap sistem IPAL dapur MBG di Desa Gunung Terang Dua guna memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai aturan dan tidak mencemari lingkungan. (Red)

News Feed