oleh

Jalan Provinsi di Desa Bendi Hancur, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemprov Sumsel

OKU Selatan, Sumsel–Kondisi ruas jalan provinsi penghubung Ranau–Liwa, tepatnya di Desa Bendi, Kecamatan Buay Rawan, semakin memprihatinkan. Jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Danau Ranau itu kini lebih menyerupai kubangan daripada jalan yang layak dilalui.

Kerusakan sepanjang sekitar 20 meter tersebut telah berlangsung lebih dari dua tahun tanpa penanganan yang tuntas. Badan jalan yang hancur dipenuhi genangan air, sementara sisi kanan dan kiri jalan tidak dapat dijadikan jalur alternatif karena berlumpur serta terhalang tiang listrik. Akibatnya, seluruh pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat, terpaksa mempertaruhkan keselamatan saat melintas.

Novi, salah seorang pengendara sepeda motor yang hampir setiap hari melintasi ruas jalan tersebut, mengaku khawatir setiap kali melewati lokasi itu. Menurutnya, genangan air membuat kedalaman lubang tidak terlihat sehingga sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Kami harus pelan-pelan, tetap saja takut terpeleset atau jatuh. Jalan ini sudah lama rusak, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” ujar Novi. Jum’at (03/07/2026)

Keluhan serupa disampaikan Nando, pengendara roda empat. Ia mengatakan kendaraan sering kesulitan melintasi titik kerusakan, bahkan tidak jarang terjebak akibat kondisi jalan yang amblas dan berlumpur.

Baca Juga  Lembaga Permasyarakatan di OKU Selatan Lakukan Perekaman E-KTP

“Mobil sering tersangkut karena lubangnya cukup dalam. Kalau kendaraan dari arah berlawanan datang, kami harus ekstra hati-hati karena tidak ada ruang untuk menghindar. Jalan ini sangat layak menjadi prioritas perbaikan,” kata Nando.

Ironisnya, ruas jalan ini merupakan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sekaligus akses vital menuju salah satu destinasi wisata unggulan daerah. Namun hingga kini, kerusakan yang telah berlangsung bertahun-tahun seolah luput dari perhatian pemerintah.

Sebelumnya, upaya penanganan darurat pernah dilakukan oleh Satlantas Polres OKU Selatan bersama BPBD OKU Selatan dengan menimbun lubang agar tetap dapat dilalui masyarakat. Sayangnya, solusi sementara tersebut tidak mampu bertahan lama dan kondisi jalan kembali rusak.

Baca Juga  Kejaksaan Negeri OKU Selatan Segera Hadirkan TK Binaan Adiyaksa Darmakarini

Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera mengambil langkah nyata dengan melakukan perbaikan permanen. Mengingat infrastruktur jalan bukan hanya soal kelancaran transportasi, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan, kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendukung akses menuju kawasan wisata Danau Ranau.

Warga menilai sudah saatnya pemerintah bertindak sebelum kerusakan yang terus dibiarkan memicu kecelakaan dan menimbulkan korban. (Red)

News Feed