oleh

Yth. Bapak Bupati, Saya Tak Bisa Melihat, 10 Bulan Ini Istri Saya Sakit Keras

OKI – Kehidupan keluarga Hartoni alias Yanto (42) warga Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan ini sungguh miris dan memprihatinkan. Meski mengalami cacat tunanetra, dirinya tak pernah menyerah mencari jalan untuk kesembuhan istri tercintanya, Dede Sri Mulyati (40), yang diketahui menderita penyakit komplikasi (maag, kolesterol, darah tinggi, serta penyakit diabetes malitus dan jantung koroner).

Walau menggantungkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kepada anak sulungnya, Riska Haryanti yang baru berusia 20 tahun, sebagai pekerja serabutan, Yanto mengaku tidak pernah berputus asa dan terus berusaha memberikan pengobatan guna kesembuhan istrinya.

Dirinya pun berharap kepada pemerintah dan para dermawan, bisa membantunya mengobati istrinya yang harus segera dioperasi karena penyakit kronis yang dideritanya selama sekitar 10 bulan belakangan ini.

“Tolong sampaikan permohonan dan keluhan kami, Kepada YTH. bapak Lurah Kutaraya, bapak Camat, bapak Kepala Dinas Sosial, bapak Kepala Dinas Kesehatan, bapak Sekda dan YTH bapak BUPATI, dan bapak kepala dinas yg lainnya..

Baca Juga  "Women`s Crisis Centre" Palembang Ajak Komunitas Muda Sosialisasikan KDRT

Saya tidak bisa melihat dan sudah 10 bulan ini istri saya sakit keras.. penyakit istri saya diabetes, jantung, penyumbatan pembuluh darah, darah tinggi, kolestrol, dan maag.. sudah 6 kali dirawat di RSUD Kayuagung dan sudah 3 kali dirawat di RS Palembang. Menurut RSMH pada bulan 4 (April) tahun 2020 segera dioperasi, sampai sekarang belum terlaksana, dan sekarang istri saya dirawat lagi di RSUD Kayuagung pada tgl 30 september 2020,” curhat Yanto, kepada media ini, Senin (6/10).

Yanto melanjutkan, ia hanya pasrah dan tidak memiliki daya upaya untuk mengurusi istrinya karena tunanetra yang dideritanya. Dirinya hanya menemani dan menunggui istrinya di pembaringan selama dirawat di RS, mesti dibantu dan dipapah anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SMP, Sopian Riski Haryanto.

“Dan akan dirujuk ke RSMH, sementara kami tidak punya ongkos dan biaya untuk melaksanakannya. Buat makan hari-hari dan bayar kontrakan saja kami sangat susah.

Tolong bantulah kami, sekarang istri saya sangat menghawatirkan, tolong segera ditanggapi,” harap Yanto.

Baca Juga  DPR Nilai Tepat Strategi KSAD Soal Penanganan Konflik Papua

Semoga ALLAH membalas atas keperduliannya (Aamiin) terima kasih,” lanjut dia.

Sementara diungkapkan Riska Haryanti, dengan pendapatannya yang hanya sebesar Rp30 ribu per hari dari pekerjaan serabutan yang dihasilkannya, sangat jauh dari kekurangan. Bahkan untuk membayar sewa kontrakan rumah mereka saja tidaklah cukup.

“Demi kedua orang tua saya dan adik-adik saya, saya bertekad dan tidak berputus asa untuk menjalani hidup yang masih menjadi rahasia Tuhan ini. Meski penghasilan saya sehari-hari hanya Rp30 ribu per hari bahkan untuk sewa kontrakan saja Rp500 ribu per bulannya tidaklah sebanding dengan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun saya tetap berusaha demi kedua orang tua dan adik saya agar dapat bertahan hidup,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca menahan sedih.

Riska juga berharap ada donatur yang ikhlas dapat mengulurkan bantuannya dan bisa mengobati penyakit ibunya, karena kartu BPJS yang dikantongi keluarganya kemungkinan tidak dapat menanggung biaya yang harus dikeluarkan selama ibunya berobat.

Baca Juga  Perdana Sejak Jabat Kapolres OKU Selatan, AKBP Listiyono Dwi Nugroho Kunjungi Anak Asuh

“Apalagi untuk mengurus ibu di rumah sakit tentunya membutuhkan biaya yang begitu besar,” sebut putri sulung Yanto dan Dede Sri Mulyati ini.

Ia melanjutkan, ibunnya sudah menderita sakit dari sejak tahun 2018 lalu dan terakhir berobat serta didiagnosa pada 17 Maret 2020 lalu. Berdasarkan Kartu Keluarga (KK) Nomor 1602050506180010, Hartoni dan 5 orang keluarga (istri, anak dan ibunya) ini tinggal di LK.III Kelurahan Kutaraya Kecamatan Kayuagung OKI, namun untuk alamat rumah (kontrakan) sekarang berada di Jln KH Arahman Tauhid LK IV RT.07 Nomor 001 Kelurahan Kutaraya Kecamatan Kayuagung OKI Sumsel.

“Rencananya menurut dokter, ibu harus dirujuk ke Rumah Sakit Muhammad Hesein (RSMH) Palembang,” tutupnya, saat dibincangi bersama ayahnya Yanto, di ruangan perawatan rumah sakit Kayuagung.

Dia juga menambahkan, bagi para donatur yang ingin memberikan bantuannya bisa langsung mengirimkannya ke nomor rekening Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung Norek: 14809006242 atas nama Riska Haryanti. (sumateranews.co.id)

Komentar

News Feed