OKU Selatan, sumsel.siberindo.co–Jelang pembukaan tahun ajaran baru 2021-2022 Pemerintah daerah Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dan Gugus tugas percepatan penanganan Virus Disease (Covid-19) Gelar Rapat terkait proses pembelajaran di masa pandemi.
Rapat berlangsung di ruang rapat terbatas kantor Bupati OKU Selatan ini membahas terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka di wilayah OKU Selatan. Kamis (08-07-2021).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati OKU Selatan Popo Ali dan dihadiri oleh, Sekda OKU Selatan, Asisten III, Kadisdik, Kadinkes, Kadin Kominfo, Kepala BPBD dan Direktur RSUD Muaradua.
Pada kesempatan ini Kepala BPBD kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Dony Agusta., SKM., MM, mengatakan saat ini OKU Selatan berstatus zona orange, dengan jumlah terkonfirmasi 226 orang.
“Sedangkan jumlah yang meninggal dunia sebanyak 28 orang, jumlah yang dinyatakan sembuh 175 orang dan jumlah yang dirawat di RSUD Muaradua 3 orang sedangkan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 20 orang”.jelas Dony
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan OKU Selatan, dr Meri Astuti., MM, mengatakan jika pihaknya pada Rabu (07-07-2021) kemarin mengirim 8 sample Swab Antigen ke Provinsi Sumsel.
Dikatakan Meri terkait hal tersebut maka pihaknya belum bisa memastikan kapan OKU Selatan akan keluar dari status zona orange.
“Namun kita berharap dari 8 sample swab tersebut hasilnya negatif dan tidaka ada penambahan. Jika hasil dari 8 swab tersebut negatif dan tidak ada penambahan maka OKU Selatan akan keluar dari Zona Orange”,ungkapnya.
Berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri dan Status Zona Orange yang disandang kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, maka Bupati OKU Selatan Popo Ali dan Tim Gugus Tugas pada kesempatan ini memutuskan jika pembelajaran tatap muka di wilayah OKU Selatan masih ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
“Sesuai dengan surat edaran dan mengingat setatus zona orang di OKU Selatan, maka Sekolah tatap muka masih ditunda dan dilanjut dengan sistem daring”, ujar Bupati Popo Ali.
Bupati juga menghimbau agar masyarakat dan semua pihak untuk sama-sama menjaga dan mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran Virus Covid-19 tidak bertambah dan OKU Selatan bebas dari Corona Virus. (wartaterkini.news)










