oleh

Anak Pekerja Serabutan dan Pedagang Keliling Asal OKU Selatan Sabet Predikat Mahasiswa Terbaik Tingkat Institusi

Lampung–Keterbatasan ekonomi tidak mampu membatasi mimpi Meliyawati, S.Pd. Putri sulung pasangan Uus dan Mislia asal Desa Tanjung Baru, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, itu membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan ketekunan mampu mengantarkannya meraih prestasi tertinggi di dunia akademik.

Meliyawati dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik Tingkat Institusi pada Wisuda Angkatan I Institut Agama Islam (IAI) Al Hikmah Lampung setelah berhasil menyelesaikan studi pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93.

Prestasi tersebut sekaligus mengantarkannya memperoleh beasiswa penuh Program Pascasarjana dari IAI Al Hikmah Lampung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2).

Di balik pencapaian membanggakan itu tersimpan kisah perjuangan yang penuh pengorbanan. Meliyawati merupakan anak pertama dari enam bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sang ibu setiap hari berkeliling menjajakan tempe, tahu, dan sayuran.

Baca Juga  Pertahankan Prestasi, Pelatih dan Pocil OKU Selatan Terima Penghargaan Kapolres

Kondisi ekonomi yang terbatas tidak pernah menyurutkan semangat kedua orang tuanya untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Doa, kerja keras, dan pengorbanan keluarga menjadi fondasi utama yang mengantarkan Meliyawati hingga berdiri di panggung wisuda sebagai lulusan terbaik.

Lulusan SMA Negeri 1 Ranau Selatan itu menempuh pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya secara maksimal hingga berhasil mencatatkan prestasi akademik tertinggi di tingkat institusi.

“Sejujurnya saya tidak pernah menyangka bisa mendapatkan predikat Mahasiswa Terbaik Tingkat Institusi. Ini adalah anugerah yang sangat saya syukuri. Saya merasa senang, bahagia, sekaligus terharu karena kesempatan ini merupakan impian banyak orang, dan Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan itu kepada saya,” ujar Meliyawati.

Menurutnya, prestasi bukanlah hasil yang diperoleh secara instan, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan niat yang benar dan konsisten.
“Saya belajar bukan hanya mengejar nilai, tetapi mencari ilmu dan berusaha memberikan hasil terbaik dalam setiap proses,” katanya.

Prinsip tersebut menjadi pegangan selama menjalani perkuliahan. Selain mempertahankan prestasi akademik, Meliyawati juga aktif mengembangkan kemampuan melalui penelitian dan penulisan karya ilmiah.

Baca Juga  Meriahkan HUT OKU Selatan Ke-19, Panpel Hadirkan Penceramah Kondang dan Artis Ibu Kota

Bersama empat mahasiswa lainnya, ia memilih menyelesaikan tugas akhir melalui publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3, sebuah capaian yang menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan budaya riset sejak jenjang sarjana.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraihnya, IAI Al Hikmah Lampung memberikan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi magister. Bagi Meliyawati, beasiswa tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam.

Pada jenjang S2, ia bertekad mendalami pengelolaan lembaga pendidikan Islam, peningkatan mutu sekolah, kepemimpinan kepala madrasah, serta pengembangan profesionalisme guru. Ia juga menargetkan mempertahankan prestasi akademik, menyelesaikan studi tanpa mengulang mata kuliah, serta memperbanyak publikasi ilmiah.

Ke depan, Meliyawati bercita-cita menjadi pendidik sekaligus akademisi yang mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Baca Juga  Sekjen Gerindra: Program Makan Siang dan Susu Gratis akan Gairahkan Ekonomi Rakyat

Ia juga berharap dapat terus mengabdi melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, seminar, hingga membimbing mahasiswa agar semakin banyak generasi muda berani berprestasi.

Kepada mahasiswa dan pelajar, Meliyawati berpesan agar tidak pernah takut bermimpi besar meski berasal dari keluarga sederhana.

“Jangan pernah merasa mimpi melanjutkan studi ke jenjang S2 terlalu tinggi. Semua pencapaian besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Jangan takut mencoba, jangan mudah menyerah, teruslah belajar dan iringi setiap ikhtiar dengan doa,” pesannya.

Kisah Meliyawati menjadi bukti bahwa latar belakang ekonomi bukanlah penentu masa depan seseorang. Dari sebuah desa di OKU Selatan, putri seorang pekerja serabutan dan pedagang keliling itu berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dengan tekad, kerja keras, serta dukungan keluarga, ia mampu menembus prestasi akademik tertinggi dan kini bersiap melanjutkan pendidikan magister demi mewujudkan cita-citanya menjadi akademisi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. (Red)

News Feed