SIBERINDO, SUMSEL – Gelombang Tsunami kemiskinan di Kota Palembang melonjak tajam, pasca tiga bulan pandemi Covid 19 melumpuhkan aktifitas ekonomi warga.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang merilis data terbaru warga miskin yang mencapai puluhan ribu mulai masuk ke database.
“Ada 94 lebih kepala keluarga (KK) penambahan warga miskin yang baru dari sebelumnya , 82.938 KK. kini menjadi 11.661 KK miskin baru,” terang Walikota Palembang H.Harnojoyo, Selasa (14/7/2020).
Data miskin baru ini, kata Harnojoyo baru saja dirampungkan Dinsos setelah data itu diserahkan langsung tiap tiap Rukun Tetengga (RT) dari setiap kelurahan yang ada di Kota Palembang.
“Data tersebut diperoleh dari pendataan setiap RT dilaporkan kelurahan sampai ke dinas sosial,” ungkap Harnojoyo.
Ia mengungkapkan, bencana yang saat ini terjadi, tentu cukup banyak dampak yang diberikan terhadap ekonomi masyarakat.
Dimana, jika tadinya bukan warga yang membutuhkan bantuan saat bencana seperti ini bisa masuk warga yang membutuhkan bantuan.
“Kita meminta Dinas sosial untuk melakukan kroscek data kembali terkait penambahan tersebut karena menyangkut pemberian bantuan,”jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial kota Palembang Heri Aprian mengatakan update terakhir dilakukan pada akhir Juni lalu.
Untuk bantuan sosial tahap ketiga kini telah dipesan.
Pada penyaluran bansos tahap kedua untuk 33.269 KK telah berlangsung 15 hingga 20 Juni lalu.
“Adanya penambahan miskin baru ini artinya kami harus menambah bansos dan ini sedang kami pesan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah dilakukan verifikasi kembali dari upgrade data ada penambahan 11 ribu hingga total nya menjadi 82,938.
“Update data yang kita lakukan per akhir juni ini ditemukan paling banyak (misbar) kawasan Seberang Ulu yang kita dapat dari usulan RT dan Lurah,” pungkasnya.(beritasumatera.co.id)











Komentar