oleh

Hadapi Kabut Asap Karhutla, Dinkes OKU Selatan Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat

OKU Selatan, Sumsel–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada masyarakat, sementara posko kesehatan disiagakan di 19 puskesmas untuk memberikan pelayanan medis bagi warga terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan OKU Selatan, dr. Meri Astuti, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Lindawati, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.
Menurut Lindawati, sejak pertengahan September, Dinkes OKU Selatan telah mengaktifkan posko pelayanan kesehatan atau Posko Karhutla melalui 19 puskesmas yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut.
Selain menyiagakan layanan kesehatan, unit pelaksana teknis (UPT) puskesmas di sejumlah wilayah terdampak juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan.
“Posko kesehatan disiapkan di masing-masing puskesmas agar masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kabut asap dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan awal,” jelasnya. Kamis (14/10/2026)
Dinkes OKU Selatan menaruh perhatian serius terhadap ancaman gangguan pernapasan akibat kabut asap. Paparan asap karhutla berisiko memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), memperburuk kondisi penderita asma, serta menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan.
Risiko tersebut perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
Di posko kesehatan, masyarakat dapat mengakses pembagian masker gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan oksigen darurat sesuai kebutuhan dan indikasi medis. Petugas juga memberikan penanganan awal bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan maupun iritasi mata akibat paparan asap.
Dinkes OKU Selatan mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih berpotensi mengganggu kualitas udara. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya ketika asap semakin pekat.
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker medis sangat dianjurkan. Warga juga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengurangi masuknya asap ke dalam rumah dengan menutup pintu serta jendela saat kondisi udara di luar memburuk, sembari tetap memastikan sirkulasi udara aman.
Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk berat, atau iritasi mata berkepanjangan diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Dinkes menegaskan, upaya pencegahan dan kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan selama terjadinya karhutla dan paparan kabut asap di wilayah OKU Selatan. (Red)

News Feed