oleh

Ponpes Di Sumsel Jadi Sub Penyalur BBM Sebagai Wujud Inovasi

Palembang – Salah satu pondok pesantren di Provinsi Sumatera Selatan menjadi Sub Penyalur Bahan Bakar Minyak sebagai wujud nyata inovasi dari lembaga pendidikan dalam pengembangan ekonomi umat.

Gubernur Sumsel Herman Deru saat meresmikan SPBBM Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah di Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu, mengatakan keberanian dari pondok pesantren untuk merambah bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat ini patut menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan serupa lainnya.

“Ini cerminan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Ponpes tidak kalah jika dibanding dengan SDM yang ada di sekolah pendidikan umum,” kata Herman Deru.

Baca Juga  Dinsos Sumsel Meningkatkan Pengawasan Penyaluran Bansos BST

Region Manager Retail Sales II PT Pertamina Sumbagsel Riza Pahlefi mengatakan keberadaan Sub Penyalur Bahan Bakar Minyak (SPBBM) merupakan Sub Penyalur BBM milik Pertamina yang juga merupakan lembaga resmi yang diharapkan membawa manfaat bagi ponpes dan masyarakat sekitar.

Secara nasional, saat ini terdapat 12.000 SPBBM/Pertashop yang tersebar di berbagai provinsi, sedangkan untuk wilayah Sumbagsel terdapat 1.050 Pertashop.

Baca Juga  PII Turut Berkontribusi Majukan Sumsel

“Sumsel sendiri ada 448 Pertashop yang tersebar di beberapa kabupaten/kota,” kata dia.

Ia mengatakan upaya ini sebagai upaya Pertamina untuk memenuhi kebutuhan energi hingga pelosok negeri melalui berkaloborasi antara masyarakat dengan menjadi lembaga penyalur resmi BBM.

SPBBM tersebut diharapkan bisa menjadi solusi bagi masyarakat agar tidak kekurangan lagi bahan bakar, terutama bagi masyarakat di pedesaan.

“Targetnya minimal perhari 400 liter. Pertamina yang suplay langsung, sehingga harga dan kualitasnya sama dengan SPBU pada umumnya,” kata dia.

Baca Juga  Palembang Usulkan Guru Untuk Segera Divaksin

Sementara itu, Mudir Ponpes Al-Ittifaqiah, Mudrik Qori, mengatakan, keberadaan SPBBM berbasis ponpes ini sebagai penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran, untuk membantu perekonomian masyarakat desa.

“Selama ini sering terjadi kesulitan dan kelangkaan bahan bakar bagi masyarakat desa. Adanya penyalur pinggir jalan, namun belum diketahui apakah berkualitas baik atau tidak,” ucapnya. (*/cr5)

Sumber: semsel.antaranews.com

Komentar

News Feed