oleh

Dinkes OKU Selatan Gelar Bimtek Komunikasi Informasi dan Edukasi Keamanan Pangan

OKU Selatan, sumsel.siberindo.co–Penyebaran informasi dan pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan merupakan salah satu cara mendukung pertumbuhan UMKM khususnya bagi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan melalui Dinas Kesehatan OKU Selatan gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunikasi, Informasi dan Edukasi. Selasa (28-09-2021)

Kegiatan ini bertempat di Gedung Serba Guna Agmarateza Muaradua dan diikuti oleh kurang lebih 200 peserta. Hal itu seperti diungkapkan oleh Ujang Tirtayasa, S.Farm., MM, dalam laporannya selaku ketua pelaksana Bimtek tersebut.

“Peserta terdiri dari pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), Organisasi wanita, Organisasi Kepemudaan, bidan desa dan kader Posyandu”,ujar Ujang.

Ujang juga menyampaikan kegiatan bimtek komunikasi, informasi dan edukasi keamanan pangan merupakan bentuk pendampingan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan terhadap pelaku usaha Industri rumah tangga pangan agar tetap menghasilkan pangan yang aman, bermutu dan bergizi.

“Kegiatan bimtek KIE ini juga untuk meningkatkan daya saing serta terwujudnya kemanan dan mutu pangan yang dihasilkan oleh Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) diwilayah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan”,tutupnya.

Baca Juga  Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia, Bupati OKU Selatan Terima Sertifikat Eliminasi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten OKU Selatan, dr Meri Astuti.,MM, dalam sambutanya mengharapkan kegiatan Bimtek komunikasi, informasi dan edukasi keamanan pangan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan kesadaran para pelaku usaha dan penyedia pangan keluarga dalam memproduksi pangan yang aman, layak dan bermutu.

“Sehingga nantinya mampu meningkatkan daya saing dan perekonomian. Dan juga masyarakat terlindungi dari konsumsi pangan yang merugikan kesehatan”,harapnya.

Meri juga mengatakan, industri rumah tangga memegang peranan penting dalam menyerap tenaga kerja, meningkatkan jumlah unit usaha dan mendukung pendapatan rumah tangga, sehingga merupakan salah satu bagian yang terpenting dari perekonomian suatu daerah dan negara.

Dikatakannya di dalam mengembangkan bisnisnya berbagai kendala yang di hadapi oleh idustri rumah tangga diantaranya keterbatasan modal, fasilitas, sumberdaya manusia dan buruknya praktek sanitasi.

Baca Juga  Vaksin Jenis Moderna Untuk 1120 Nakes Tiba di OKU Selatan

“Kendala-kendala tersebut kadang memicu praktek produksi pangan yang tidak memperhatikan kaidah tata cara produksi pangan yang baik. Akibatnya berbagai isu keamanan pangan masih melekat erat pada produksi pangan IRT”,jelasnya

Lebih lanjut ia mengatakan, guna melindungi masayarakat dari produk obat dan makanan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen maka dibutuhkan izin atau sertifikasi atas produk obat dan makanan yang di hasilkan oleh para produsen obat dan makanan.

Semua produk makanan dan obat yang akan dipasarkan baik yang berasal dari dalam dan luar negeri harus didaftarkan untuk mendapatkan sertifikasi dari instansi yang berwenang.

“Obat dan makanan yang akan dijual harus memenuhi standar keamanan makanan atau izin edar produksi. Adapun izin P-IRT tersebut hanya diberikan kepada produk pangan olahan dengan tingkat resiko yang rendah”,pungkas Meri.

Sedangkan kepala bidang informasi dan komunikasi balai besar pengawas obat dan makanan Sumatera Selatan ,Gustini ,SKM.,M.Kes. pada kesempatan ini menghimbau masyarakat untuk selalu melakukan cek klik yaitu cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli produk obat dan makanan.

Baca Juga  Jalin Silahturahmi, Kodim 0405/Lahat Gelar Ngetril dan Salurkan Bansos

Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar waspada terhadap makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti Rhodamin-B, Methanil Yellow, Formalin dan Boraks.

Adapun materi yang disampaikan
oleh narasumber dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi tersebut yakni cara produksi pangan yang baik, peraturan penggunaan bahan tambahan pangan, keamanan pangan, higieni, sanitasi sarana produksi, cek klik dan pengenalan aplikasi cek BPOM serta BPOM Mobile.

Berdasarkan pantauan di lapangan nampak para peserta antusias mengikuti bimtek tersebut mengingat banyak pengetahuan baru tentang keamanan pangan yang belum pernah didapatkan sebelumnya.

Pada saat sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan disampaikan para peserta terutama terkait bahan kimia berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan, bahan tambahan pangan yang aman ditambahkan dalam pangan, penyimpanan pangan yang baik dan cara pengolahan pangan yang baik. (Ayik/Red)

News Feed