oleh

Taati Prokes, SMAN 7 OKU Terapkan Sistem Belajar Ganjil Genap

Sumsel Siberindo.co OKU | Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan menerapkan sistem belajar tatap muka ganjil genap kepada para siswa untuk menghindari penularan corona virus disease 19 (covid-19).

“Penerapan belajar tatap muka ini sudah dilakukan semenjak tahun pelajaran baru,  dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,”ujar Kepala Sekolah SMAN 7 OKU Narwito pada Sabtu (07/11/2020).

Dijelaskan Narwito, awal ditetapkannya Darurat Covid 19, pihak sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar daring. “Setelah Kabupaten OKU sudah kembali ditetapkan sebagai zona hijau kembali,  dengan berbagai pertimbangan dan setelah berkoordinasi dengan tim gugus tugas kecamatan, maka kami melakukan kegiatan belajar tatap muka kembali,  dengan sistem ganjil genap,”jelas Narwito.

Baca Juga  Diantar Keluarga, 1 Tahanan Kabur Serahkan Diri

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurilulum Agus Widodo menambahkan,  sistem ganjil genap ini diambil berdasarkan nomor induk siswa.

“Setiap kelas paling banyak berjumlah 18 siswa,  dan paling sedikit 16 siswa, 50 persen dari jumlah siswa,”kata Agus Widodo menambahkan.

Penerapan prokes tersebut papar Agus,  pihak sekolah mewajibkan para siswa untuk memakai masker,  serta membawa handsanitizer.

“Setiap ruang kelas disediakan tempat cuci tangan dan sabun, dan kewajiban mematuhi protokol kesehatan ini juga di tekankan kepada para guru untuk memberikan contoh kepada siswa,”paparnya.

Dengan demikian pihak sekolah, harus merubah perangkat pembelajaran, yang disesuaikan dengan kondisi sekarang.

Lebih lanjut Agus mengatakan, hingga saat ini pihak sekolah belum mendapat instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, terkait sampai kapan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan sistem ganjil genap.

Baca Juga  HAMPIR 24 JAM TERSERET ARUS SUNGAI, JAZAD RAFEN DITEMUKAN

Ada kekhawatiran para wali murid dan siswa dengan berkurangnya jam belajar akan berdampak bagi siswa yang kelas XII tidak dapat masuk perguruan tinggi.

“Kalau dibandingkan dengan situasi normal,  sebelum covid 19, siswa yang masuk keperguruan tinggi dari SMAN 7 OKU mencapai 70 persen lebih, tahun pelajaran kemarin berkurang dari sebelumnya,”jelas Agus.

Pihaknya berharap kepada para wali  siswa dapat memeberikan bimbingan dan pendpingan kepada siswa untuk memperbanyak belajar dirumah saat tidak masuk sekolah.

Baca Juga  Polres Muratara Patut Diacungi Jempol

“Agar para siswa kelas XII dapat mengejar capaian target nilai kelulusan, sehingga dapat masuk perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikan,”tukasnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas XI yang enggan namanya di sebut, mengaku dengan adanya bencana non alam covid 19 saat masuk sekolah tatap muka malahan tidak banyak belajar  setiap hari hanya duduk dalam kelas karena guru tidak hadir.

“Semenjak belajar tatap muka hanya 3 hari dalam seminggu kami belajar tatap muka,  dan malahan lebih banyak duduk diruang kelas karena tidak ada guru yang datang,”ungkapnya.

“Kami berharap wabah ini segera berakhir,  hingga kami para siswa dapat belajar normal seperti biasanya,”tutupnya.(SaungNews.co).

 

Komentar

News Feed