oleh

10 Hektare Lahan Terbakar, Damkarmat OKU Selatan Minta Warga Waspadai Karhutla

OKU Selatan Sumsel–Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) OKU Selatan mencatat sedikitnya 10 hektare lahan terdampak kebakaran.

Kepala Dinas Damkarmat OKU Selatan, Zainal Abidin, mengatakan potensi kebakaran lahan masih cukup tinggi seiring kondisi cuaca panas dan musim kemarau yang berlangsung saat ini.

“Sepanjang Juli sampai Agustus 2026, kurang lebih ada 10 hektare lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan,” ujar Zainal.

Baca Juga  Faktor Air dan Cuaca, Puluhan Anak di OKU Selatan Terserang Diare

Ia menyebut, dalam dua pekan terakhir saja, petugas Damkarmat telah menangani sedikitnya empat kejadian karhutla yang tersebar di tiga kecamatan.

Beberapa lokasi yang terdampak antara lain Kelurahan Kisau, Kecamatan Muaradua, serta Desa Vila, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah. Sementara itu, kebakaran juga terjadi di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Buay Sandang Aji.

Kebakaran di Tanjung Raya bahkan terjadi pada malam hari dan diduga dipicu puntung rokok. Petugas Damkarmat harus berjibaku selama sekitar dua jam untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali merembet ke area lainnya.

Baca Juga  Beri Pelayanan Terbaik, Polres OKU Selatan Terima Penghargaan Ombudsman RI

Menurut Zainal, kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi menjadi lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar secara sembarangan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” tegasnya.

Selain ancaman karhutla, Zainal juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan kekeringan dan keterbatasan sumber air selama musim kemarau.

Baca Juga  Kapolres OKU Selatan Sambangi Penerima Bantuan Kaki Palsu Warga Desa Alun Dua

Ia meminta masyarakat menggunakan air secara bijak serta menjaga sumber dan akses air yang tersedia agar kebutuhan warga tetap terpenuhi selama kondisi kemarau berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bisa berhemat dalam penggunaan air. Jaga akses-akses air kita dan tidak membuka lahan dengan pembakaran secara sembarangan,” pungkas Zainal.

Damkarmat OKU Selatan mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api. Langkah cepat sejak awal dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. (Red)

News Feed