oleh

Modal Behel dan Batu, Lima Tahanan Lapas Klas IIA Lahat Kabur

LAHAT, Siberindo.co

Sekitar pukul 01.15 malam Selasa (1/9/2020) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Lahat dihebohkan dengan larinya 5 tahanan yang dititip oleh Pengadilan Negeri Lahat berinsial M, KR, A, YA, X yang tersandung dugaan kasus Narkoba dan diisolasi di kamar nomor 35 lantai 2 Lapas.

 

Informasi terhimpun, kelima tahanan ini merupakan tahanan yang baru masuk pada tanggal 19 Agustus 2020 lalu. Karena setiap tahanan yang baru masuk mesti dilakukan karantina selama 14 hari ke depan, maka dari itu kelimanya ditempatkan ke kamar isolasi Covid-19.

BACA JUGA:  KPU Muratara Buka Pendaftaran Balon Bupati, 4-6 September 2020

 

Kepala Lapas Klas IIA Lahat,Maliki, SH, MH membenarkan adanya peristiwa kaburnya kelima tahanan ini. Menurutnya, sebelum peristiwa terjadi sekitar pukul 24.45 WIB malam itu, petugas jaga baru saja bergantian dengan perwira jaga, sehingga petugasnya masih dalam keadaan siaga dan segar.

 

“Tiba-tiba pada pukul 01.15 WIB, ada teriakan dari kamar 34 yang mengatakan bahwa ada tahanan kabur dari lantai 2 kamar nomor 35. Kemudian petugas kita langsung menuju ke kamar nomor 34, namun karena untuk bertemu dengan penghuninya butuh waktu membuka 2 pintu pengaman, maka agak memakan waktu. Setelah bertemu dengan penghuni kamar 34, maka diketahuilah bahwa ada tahanan yang kabur”, cerita Mailki.

BACA JUGA:  Turun Dari Taft, NA Langsung Diringkus Petugas

 

Kemudian, sambung dia, petugas langsung menuju ke kamar nomor 35 lantai 2. Tiba di lokasi, didapati 1 orang tahanan yang disekap dengan kaki dan tangan terikat kain sarung serta menceritakan bahwa ada lima teman sekamarnya yang melarikan diri. Lalu petugas melaporkan kejadian itu ke pihak Polres dan Kejaksaan Negeri serta Pengadilan Negeri Lahat, setelah itu langsung melakukan pencarian.

BACA JUGA:  Viral Demo Mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Antara Dugaan Demo Tunggangan dan Satpam Gadungan

 

“Para tahanan yang kabur ini menjebol tembok yang ada di ruang WC dengan menggunakan besi behel untuk mengorek-ngorek tembok serta batu untuk memukul besi tersebut, setelah lobang diperkirakan bisa meloloskan badan mereka barulah mereka kabur dengan menggunakan kain yang disambung-sambung hingga bisa melewati kawat pagar tinggi pengaman Lapas. Kebetulan tembok tersebut tepat bersebelahan dengan Pasar Tradisional Mandiri (PTM) Squer, yang membuat para tahanan leluasa melarikan diri setelah melampaui tembok tersebut”, tutupnya. (Lahathotline.com)

Komentar

News Feed