oleh

Suasana Pilu Iringi Prosesi Pemakaman dr Myta di Muaradua OKU Selatan 

OKU Selatan, Sumsel–Duka mendalam menyelimuti kediaman almarhumah dr Myta Aprilia Azmy di Perumahan Griya Permai, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Sabtu (2/5/2026). Sejak pagi, rumah duka dipenuhi keluarga, kerabat, dan warga yang datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir.

Isak tangis pecah saat jenazah diberangkatkan menuju tempat pemakaman. Sejumlah pelayat tampak tak kuasa menahan haru, sementara keluarga terlihat tegar meski kehilangan sosok yang dikenal hangat dan berdedikasi tersebut.

dr Myta sebelumnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) pukul 10.30 WIB di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Jenazah diberangkatkan dari Palembang pada pukul 13.30 WIB menuju kampung halaman di OKU Selatan.

Baca Juga  Jalan Sehat HUT OKU Selatan Ke-19 Tuai Kekecewaan Masyarakat

Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua. Ratusan pelayat turut mengantar kepergian dokter muda tersebut ke peristirahatan terakhir. Suasana khidmat menyelimuti area pemakaman, diiringi doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhumah.

Kepergian dr Myta meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat dan masyarakat yang mengenalnya. Di balik suasana duka tersebut, muncul pula perhatian luas terhadap kondisi yang dialami almarhumah semasa menjalani tugas sebagai dokter internship.

Sorotan menguat setelah Pengurus Besar Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan RI tertanggal 30 April 2026. Dalam surat itu, diungkap adanya dugaan beban kerja berat dan kurangnya waktu istirahat yang dialami dr Myta selama bertugas di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Baca Juga  Nyaris Putus Akibat Digerus Air Musi, Namun Tak Kunjung Diperbaiki

IKA FK Unsri juga menyoroti kondisi kesehatan almarhumah yang disebut telah menurun sejak Maret 2026, namun tetap dijadwalkan menjalani jaga malam. Bahkan, disebutkan dr Myta sempat mengalami sesak napas dan demam tinggi sebelum kondisinya memburuk hingga harus dirujuk ke Palembang.

Selain itu, terdapat pula sorotan terkait minimnya supervisi, keterbatasan fasilitas, hingga dugaan adanya tekanan untuk menutup informasi. Atas hal tersebut, IKA FK Unsri mendesak Kementerian Kesehatan segera melakukan audit menyeluruh.

Baca Juga  Jokowi Lantik Listyo Sigit Prabowo, Resmi Jadi Kapolri

Di tengah berbagai sorotan tersebut, rekan sejawat mengenang dr Myta sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya, khususnya saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Pihak keluarga berharap pemerintah dapat menindaklanjuti berbagai temuan yang ada, agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, suasana haru di rumah duka dan pemakaman menjadi pengingat kuat atas kehilangan seorang dokter muda yang tengah mengabdi untuk negeri. (Red)

News Feed