oleh

TRADISI BEKARANG PART II : USAI DILELANG, “LUBUK LARANGAN” MENJADI “LEBUNG IKAN”

LAHAT, siberindo.co

Seperti diberitakan sebelumnya di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, bahwa budaya Bekarang Besame atau dalam bahasa Indonesia Tradisi Panen Raya Ikan di Lubuk sebuah sungai yang selama setahun dilarang diambil ikannya, yang bisasnya dipanen jelang Hari Raya umat Islam, hingga disebut Lubuk Larangan. http://lahathotline.com/2020/07/29/desa-gunung-kembang-gelar-tradisi-bekarang-besame/ yang terbit pada Rabu (29/7/2020) lalu.

Saat itu, setelah dilakukan lelang Kepala Desa Gunung Kembang, Sulaiman Efendi langsung membelinya, sehingga Lubuk Larangan yang terletak di Sungai Kikim itu menjadi sebuah nama Lebung Ikan (Simpanan ikan di lubuk sebuah sungai dan dimiliki oleh seseorang).

Baca Juga  Sambut Program Vaksinasi Covid-19, Bupati OKU Selatan Pimpin Rapat Internal

Hari ini, Minggu (02/08/2020) dimulai sekira pukul 09.00 WIB, Pemdes Gunung Kembang yang membeli langsung Lebung Ikan tersebut, mengajak jajaran Forkopimda Kabupaten Lahat untuk Bekarang Besame (Panen atau menangkap ikan secara bersama-sama).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Lahat, Januarsyah, yang juga salah satu putra daerah asli dari tanah Kikim Area dan rombongan Forkopinda Kabupaten Lahat dan Perwakilan dari PTBA Muhammad Nuh.

Dalam sambutannya jelang Bekarang Besame ini, Januarsyah Hambali menyampaikan kepada para awak media, bahwa, Bupati Lahat sangat mensupport kegiatan seperti ini. Sebab selain untuk melestarikan budaya dari leluhur, acara seperti ini juga bisa dijadikan salah satu ajang untuk wahana wisata.

Baca Juga  Kapolsek Banding Agung Hadiri Penutupan Latihan Yudha Wastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan

“Bupati Lahat, Pak Cik Ujang, SH sangat mensupport kegiatan positif seperti ini, karena selain untuk melestarikan budaya dari leluhur, ke depannya ini bisa dijadikan ajang wisata”, kata Januarsyah.

Sementara itu, Kades Gunung Kembang, Sulaiman Efendi mengatakan, bahwa kegiatan ini selain untuk meningkatkan rasa kekeluargaan, juga untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem alam.

Baca Juga  Sumsel Tunda Proyek Masjid Sriwijaya Karena Kasus Korupsi

“Ini merupakan salah satu tradisi dari nenek moyang leluhur kita, dalam meningkatkan rasa tali silaturahmi di antara kita. Selian itu kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada generasi kita untuk menjaga dan melestarikan ekosistem alam kita”, pungkas Sulaiman.

Usai acara serimoni, Sekda Lahat beserta jajaran Forkopimda, Kades dan jajaran Pemdes serta masyarakat setempat melakukan penangkapan ikan di Lubuk Larangan bersama-sama dengan menggunakan alat tangkap ikan tradisional seperti Jala, Jaring dan Tombak Ikan. Alhasil, ikanpun banyak didapat. (lahathotline.com)

Komentar

News Feed