oleh

Lapas OKU Selatan Perkuat Pengawasan, Warga Binaan Diajak Jaga Keamanan Bersama

OKU Selatan Sumsel–Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaradua terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik ilegal. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni menggelar sosialisasi keamanan dan ketertiban kepada seluruh warga binaan, Rabu (13/5/2026).

Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari penguatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban sebagaimana arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

Kegiatan yang berlangsung di lapangan blok hunian itu diikuti seluruh warga binaan sebagai bagian dari upaya penguatan komitmen bersama dalam memberantas praktik Halinar, yakni handphone ilegal, pungutan liar (pungli), dan Narkoba di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Muaradua, Hero Sulistiyono, menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan dan merusak citra pemasyarakatan.

Baca Juga  16 Warga Binaan Lapas Muaradua Diwisuda Khatmil Iqra, Bukti Pembinaan Spiritual Berjalan

“Lapas Muaradua berkomitmen penuh mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, pungli, narkoba, maupun praktik penipuan. Seluruh petugas dan warga binaan harus mendukung komitmen ini demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” tegas Hero dalam arahannya.

Menurutnya, keberhasilan menciptakan lapas yang bersih tidak hanya bergantung pada pengawasan petugas, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan aktif seluruh warga binaan dalam menjaga ketertiban di lingkungan hunian.

Baca Juga  Mulai 14 Hingga 27 Juni 2025, Sat Lantas Polres OKU Selatan Mulai Gelar Oprasi Patuh

Dalam kesempatan itu, Kalapas mengajak seluruh warga binaan untuk berperan aktif menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas serta segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi pelanggaran maupun aktivitas mencurigakan.

Melalui langkah ini, Lapas Muaradua berharap tercipta budaya pemasyarakatan yang disiplin, bersih, humanis, dan berintegritas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. (Red)

News Feed