oleh

Pernah Terkonfirmasi Covid-19, 14 Nakes di PKM Muaradua Gagal Terima Vaksin Moderna

OKU Selatan, sumsel.siberindo.co–Sebanyak 60 orang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Kecamatan Muaradu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga (Vaksin Moderna).

Kepala Puskesmas Kecamatan Muaradua, Aryuni., SKM, mengatakan jumlah itu merupakan awal dari penyuntikan vaksin “booster” untuk tenaga kesehatan di wilayah tersebut.

“Untuk awal ada 60 orang. Penyuntikannya di mulai beberala hari yang lalu,” kata Aryuni Astuti, Jum’at (20-08-2021).

Para tenaga kesehatan yang akan disuntik vaksin dosis ketiga sebelumnya juga dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan, meliputi tensi darah hingga riwayat pernah terpapar Covid-19 dalam tiga bulan terakhir.

Baca Juga  Pilkada OKU Selatan, KPU Mulai Teliti Dokumen Bakal Pasangan Calon

Dia mengatakan bahwa pemberian dosis ketiga dengan vaksin Moderna itu bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan penanganan COVID-19.

Dikatakanya juga semula ada 74 tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Muaradua yang akan divaksin namun 14 orang lainnya terkendala mempunyai riwayat terkonfirmasi fositip Covid-19.

“Dikarenakan pernah terkonfirmasi Covid-19, maka ke 14 Nakes tersebut direncanakan akan di vaksin tiga bulan mendatang”,jelasnya

Baca Juga  Korban Alami Luka Berat, Polisi Amankan Pelaku Penganiayaan Supir Travel di OKU Selatan 

Selain itu Aryuni juga mengatakan pihaknya saat ini juga melakukan penyuntikan vaksin tahap pertama untuk gelombang ke tiga kepada 150 masyarakat umum yang ada di kecamatan Muaradua.

“Untuk penyuntikan vaksin bagi masyarakat umum dalam satu minggunya kita melayani untuk Dua atau Tiga desa, guna menghindari kerumunan”,pungkasnya

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan OKU Selatan dr Meri Astuti., MM, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Hj.Meiliasari, S.Kep.,MM menegaskan, vaksinasi dosis ketiga saat ini hanya diberikan kepada tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung kesehatan yang telah mendapatkan dosis pertama dan kedua.

Baca Juga  Lagi Covid-19, Pasangan Bukan Suami Istri di Palembang Hobi Ngamar

Dikatakanya Kementerian Kesehatan menegaskan peruntukan “booster” tidak untuk khalayak umum mengingat keterbatasan pasokan vaksin dan juga masih ada lebih dari 160 juta penduduk sasaran vaksinasi yang belum mendapatkan suntikan. (wartaterkini.news)

News Feed