oleh

Momen Pergantian Tahun, Pedang Arang dan Jagung Menjamur di OKU Selatan

OKU Selatan Sumsel–Pedagang jagung dan arang bermunculan membuka lapak di sejumlah bahu jalan Kota Muaradua, kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menjelang perayaan pergantian tahun baru 2024.

Pantauan media ini di beberapa titik seperti di simpang tiga tangga batu dan disepanjang Jalan Jendral Sudirman, kecamatan Muaradua, para pedagang itu nampak menjajakan dagangannya.

“Tahun baru ini selalu saya jadikan peluang untuk membuka lapak usaha arang dan jagung karena pasokannya banyak dan peminatnya juga banyak,” kata Lisa (23) pedagang arang di Simpang Tiga Tangga Batu, Kecamatan Muaradua. Minggu (31/12/2023)

Baca Juga  Puluhan Napi dan Pegawai Lapas di OKU Selatan Jalani Tes Urine

Dia menjual arang seharga Rp. 5.000,- hingga Rp. 10.000,- per kemasan, dan jagung manis berkulit seharga Rp. 7.000,- sampai Rp. 10.000,- per kilogram.

“Kalau harga jagung tergantung ukurannya. Kalau besar bisa Rp. 10.000 per kilogram,” katanya.

Menurutnya, pembeli arang mulai berdatangan sejak siang hingga menjelang sore hari.

Hal serupa juga terlihat di kawasan pasar tradisional Saka Selabung dan Kelurahan Pancur Pungah. Para pedagang jagung dadakan memanfaatkan momen pergantian tahun dengan membuka lapak di sejumlah bahu jalan.

Baca Juga  Mahsiswa KKN Tematik UBD Bangun SDM Berintegeritas Melalui Gerakan Revolusi Mental di 9 Desa di OKU Selatan

“Biasanya saya jual makan dan minuman di jalan. Tapi untungnya tidak sebanyak kalau saya jualan jagung,” kata Yadi (41) di Pasar Tradisional Saka Selabung.

Dia mengaku memberikan potongan harga hingga Rp1.500 per kilogram kalau ada konsumen yang membeli dalam jumlah banyak.

“Kalau ada yang membeli banyak pasti saya diskon,” katanya.

Baca Juga  Setelah Muara Enim dan OKI, Hari Ini OKU Selatan Resmi Launching Vaksinasi Ibu Hamil

Menurutnya, mayoritas pembeli berasal dari warga sekitar khususnya kecamatan Muaradua yang akan merayakan pergantian tahun bersama keluarga mereka di rumah.

“Biasanya orang dari pedesaan sengaja ke pasar untuk membeli kebutuhan malam tahun baru, namun maraknya pedagang online jadi omset kita berkurang,” tandasnya (Ayik/Red)

News Feed