oleh

The Power of ‘Senik” ala Wong Kito Sumsel

MUBA, SIBERINDO.CO – Ada ide cerdas dari para ibu di daerah Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yaitu dengan pemikiran momen pembagian daging hewan kurban di Idul Adha tanggal 31 Juli 2020 tidak dibungkus dengan kantong kresek atau kantong asoy (bahasa Palembang, red). Tapi diganti dengan anyaman dari bambu atau rotan atau bahan sejenis yang akrab disebut oleh orang Palembang atau Sumsel dengan sebutan ‘senik’. Senik juga bisa disebut dengan ‘wadah’, ‘sangkek’ atau ada beberapa nama lain yang akrab di kalangan masyarakat Sumsel khususnya.

Adalah tahu sumedang yang sekarang ini banyak bermunculan di beberapa kawasan di Sumsel yang menyajikannya juga dalam kemasan senik dari bahan anyaman bambu. Bisa jadi inilah daya tarik keetnikannya sehingga keberadaan tahu sumedang di Sumsel diterima bahkan dari beberapa kedai yang ada selalu ramai dimampiri orang sekadar buat membeli tahu sumedang. Tahu habis dimakan, anyaman tidak dibuang (maaf apalagi para ibu yang biasanya kebanyakan sayang untuk membuang sesuatu yang dianggap lucu atau langka, red) karena bisa dimanfaatkan lagi buat tempat bawang, tempat bumbu dapur atau sekadar pajangan bahwa pertanda pernah membeli tahu sumedang.

Kembali ke senik, Pemerintah Kecamatan Babat Supat Kab Muba Sumsel bersama TP PKK Babat Supat di bawah binaan Ketua Tim Penggerak PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza Alex melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pembuatan wadah anyaman yang kali ini dikhususkan untuk tempat pembungkus daging kurban yang siap dibagikan kepada yang berhak di momen Idul Adha tahun ini. “Gerakan ini sangat baik sekali, memberikan kontribusi untuk menekan pemakaian plastik kemasan, dengan produk anyaman juga bisa menambah penghasilan warga,” ujar Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza yang mengapresiasi gerakan TP PKK Babat Supat bersama masyarakat dalam upaya menekan penggunaan sampah plastik pada saat Idul Adha.

Baca Juga  Rumah Ishak Terkena Program Bedah Rumah

Wanita Inspirasi Sumsel ini juga mengajak seluruh TP PKK di Kecamatan lainnya di Muba berkreasi untuk turut menekan penggunaan pemakaian plastik kemasan.

Camat Babat Supat, Rio Aditya SSTP mengaku pihaknya melalui surat resmi nomor : B-800/119/KEC.BS-SEK/VII/2020. Tanggal 16 Juli 2020 telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Desa untuk dapat memberdayakan warga desanya masing-masing dalam penyediaan kemasan non plastik tersebut. Selain itu pemerintah kecamatan juga mengimbau kepada perusahaan yang ada di Babat Supat untuk mendukung program tersebut dengan menyediakan kemasan nonplastik untuk dipergunakan saat hari raya kurban. “Jadi, hasil anyaman yang dibuat warga Babat Supat ini khususnya kalangan emak-emak akan dimanfaatkan untuk wadah atau kemasan pendistribusian daging Qurban pada perayaan Idul Adha. Kalau kantong kresek bisa langsung dibuang tapi tempat ini bisa digunakan lagi sebagai tempat bumbu dapur, tempat tarok peniti jilbab atau sebagai tempat apa sajalah,” ungkapnya seraya menyebutkan bahwa kegiatan ini sudah dimulai 2 minggu yang lalu dengan melibatkan kelompok masyarakat/ibu-ibu rumah tangga/organisasi kepemudaan. “Hasil anyaman/produk tersebut dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi mereka,” katanya lagi. (mediasriwijaya.com)

Komentar

News Feed